Economic Calendar

Rabu, 21 Februari 2018

Uwit (part 1)

Witing tresno jalaran soko kulino. Seringkali kita dengar mengenai ungkapan ini terutama dikalangan orang tua dan remaja berkepala 2 ¹/² lebih. Ungkapan ini seolah menunjukkan bahwa tresno/cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu. Seiring kebersamaan yang dibangun dan aktivitas yang dilakukan seseorang akan tumbuh cinta yang mengikat satu sama lain. Beberapa aspek aktivitas membuat cinta itu rasional, jika dilihat dari logika kulino (terbiasa) nya itu. Terbiasa makan bareng, pulang bareng, tinggal bareng, sehingga tumbuh kebiasaan2 bareng yang membuat keduanya terikat dan akhirnya memiliki tresno itu. Akhirnya tresno yang perannya menyatukan tersebut terejawantahkan/tersalurkan/terhadirkan/terselenggara melalui kebersamaan aktivitas sehingga mereka terikat dan membangun kehidupan yang menunjang aktivitas yang dilakukan bersama.

Disisi lain ungkapan ini diawali dengan kata witing. Seringkali orang tidak benar2 peduli tentang arti yang lebih dari ungkapan ini. Pokoknya artinya itu cinta itu tumbuh karena terbiasa atau bisa lama2 cinta karena terbiasa sama orangnya atau karena terbiasa sama itu orang jadi lama2 cinta. Kurang lebih simple nya seperti itu. Saya akan mencoba sok tau untuk mengartikan ungkapan ini. Kalau dilihat lagi dalam ungkapan ini menggunakan kata witing. Wit atau uwit itu artinya pohon, sedangkan witing artinya memohon atau memohonnya. Jadi kurang lebih artinya menjadi memohonnya cinta itu karena terbiasa. Meskipun menurut saya belum tentu karena terbiasa. Berbicara pohon maka berbicara tentang pertumbuhan. Berbicara pohon berbicara juga tentang susunan. Karena pohon yang tumbuh pasti ada penyusunnya seperti akar batang daun dst. Sebelum sebuah pohon tumbuh pasti ada yang ditanamkan/menanamkan. Inilah yang menjadi cikal bakal tresno itu tadi. Artinya ada suatu bentuk kerjasama antar 2 manusia atau lebih yang saling menanam atau merawat pohon tersebut.  Sehingga pohon tersebut dapat dinikmati bersama.

Jika berbicara konteks ke"kulino"an dari dua orang yang beraktivitas bersama maka witing nya adalah pohon apa yang mereka tanam dan sampe sejauh mana pohon itu akan tumbuh dan berguna bagi mereka. Jika berbicara sebuah percintaan dari dua orang maka bisa menggunakan ke"kulino"an itu tadi atau witing. Witing untuk kedua orang ini bisa terjadi tanpa adanya pertemuan sebelumnya atau langsung ketika pertama kali ketemu langsung merasakan adanya tresno itu. Artinya witing disini adalah apa yang mereka pohon kan. Sering mungkin kita hanya memahami "memohon" itu meminta dan kata dasarnya adalah "mohon" kalu boleh saya sok tau maka memohon itu kata dasarnya adalah "pohon". Jika manusia menohon untuk urusan tresno maka urusannya adalah memohon kepada Tuhan/yang dia percaya dapat memberikan cinta. Disini yang terjadi adalah pohon yang telah tumbuh sampai ke Tuhan atau sususnan2 yang sampai ke Tuhan dijawab oleh Tuhan dengan hadirnya sosok yang membantu untuk merawat dan menjaga pohon tersebut. Artinya kedua orang yang saling bertemu dan jatuh cinta dikehendaki oleh Tuhan untuk merawat pohon tersebut. Yang mana nantinya hasil atau buahnya dapat dinikmati bersama. Atau pohon tersebut mengantarkan mereka kepada Tuhan untuk bertemu Tuhan.

Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah pohon itu apa? Atau susunannya itu apa?

Kita bisa menemukan jawabannya sendiri

.......to be continued....


Disclaimer: Saya yakin saya bukan orang pertama yang berfikir seperti ini. Saya yakin bukan hanya saya yang berpikir seperti ini. Kesamaan tulisan dan gagasan boleh diklaim milik siapapun. Gagasan yang tertulis murni sumbangan saya untuk pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar